Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Atas Posting

Rahasia Menjadi Guru Hebat dengan Penuh Wibawa | Sebuah Percobaan yang Selalu Gagal

Rahasia Menjadi Guru Hebat dengan Penuh Wibawa, Sebuah Percobaan yang Selalu Gagal | Saya pernah membaca buku yang berjudul Rahasia Menjadi Guru Hebat karangan Mulyana A.Z. Buku tersebut berbentuk E-book yang saya peroleh di iPusnas. Dan alhamdulillah banyak manfaat yang bisa dipetik dari buku tersebut. Terutama mengenai bagaimana menjadi sosok guru yang hebat.

 Secara umum saya menangkap apa yang dimaksudkan di dalam buku tersebut. Diantaranya terkait dengan guru prosefesional itu seperti apa? Lalu bagaimana menjadi guru propesional, dan bagaimana seharusnya menjadi guru propesional?

Namun di sini saya hanya ingin sedikit menyinggung mengenai bagaimana menjadi guru yang berwibawa. Karena jujur, saya sendiri sampai saat ini masih belum mampu menjadi sosok guru yang berwibawa. Berbagai upaya telah saya lakuka, tetap saja berada pada posisi titik awal, yaitu pemula.

Dan ternyata apa yang saya coba lakukan selama ini untuk menjadi guru yang berwibawa sama persis seperti apa yang dibahas dalam buku tersebut. Misalnya berusaha menjadi berwibawa dengan agak seram, berusaha menjadi wibawa dengan cara pendiam, dan berusah menjadi wibawa dengan menghormati peserta didik.

Ketiga cara itu memang sudah saya coba lakukan. Tapi hasilnya belum bisa saya pahami sendiri. Terutama dengan cara yang terakhir yaitu berusaha menghormati siswa, lebih akrab kepadanya, bahkan boleh dikatakan berteman dengan mereka. Terus terang dengan cara itu juga saya masih merasa mentah jadi guru.

Saya merasakan kegagalan itu terutama ketika berada di dalam kelas. Entah mengapa kadang saya merasa siswa tidak begitu peduli. Bagaimana pun upaya saya mengontrol mereka, memberikan mereka arahan, memberikan motivasi dan lain sebagainya, tetap saja saya tidak merasa berwibawa. Malahan justeru saya merasa tidak begitu dihargai.

Tapi ada satu pengalaman yang membuat saya menemukan sebuah titik terang. Barangkali pengalaman ini yang juga dirasakan oleh guru lain. Atau malah berbeda? Terlepas dari setuju atau pun tidaknya, baiknya saya ceritakan saja.

Sebetulnya menurut saya hanya ada satu hal yang bisa menjawab seperti apa menjadi guru yang berwibawa itu. Jawaban yang paling pas menurut saya adalah menguasai materi pelajaran. Hanya itu. Hal ini telah beberapa kali saya buktikan. Maklumlah saya juga manusia biasa. Meskipun mata pelajaran yang saya ampu adalah jurusan saya sendiri namun tetap saja saya masih terlalu jauh untuk bisa dikatakan menguasai materi pelajaran. Buktinya, ada beberapa materi yang memang belum saya kuasai. Lebih-lebih akibat pergantian kurikulum, banyak sekali materi-materi baru yang belum pernah disentuh pada saat kuliah atau pun ketika sekolah dulu. Sehingga saya perlu banyak belajar tentang materi itu. Dan meskipun saya telah berusaha belajar tetapi toh juga belum bisa menguasainya. Mungkin ini faktor penghambat saya sebagai guru yang berwibawa di dalam kelas.

Ketika saya mengajarkan materi yang saya kuasai atau saya senangi, maka tidak ada alasan bagi siswa saya untuk tidak memperhatikan. Atau tidak ada alasan bagi mereka untuk menciptakan suasana kelas menjadi bergairah. Meski saat itu terkadang saya dalam kondisi yang kurang sehat sekali pun.

Berbeda ketika saya menyampaikan materi yang kurang saya kuasai, maka tidak ada alasan pula bagi siswa untuk memperhatikan saya. Mereka akan akan riuh, atau cenderung sibuk sendiri. Sementara saya di depan kelas telah kehabisan daya untuk menciptakan gairah pembelajaran. Kelas pun akan sulit terkontrol karena sejak awal sudah tercipta suasana yang kurang menantang buat mereka. Akhirnya closing pun kurang mengesankan pula.

Kedua menurut saya yang sangat mempengaruhi kewibawaan seorang guru dalam proses pembelajaran adalah kepercayaan diri. Ini seimbang dengan yang pertama tadi. Apabila guru menguasai materi dengan baik secara otomatis rasa percaya dirinya pun tumbuh dengan baik pula sehingga bisa menambah semangat belajar. Namun sebaliknya apabila seorang guru rasa percaya dirinya rendah lebih-lebih bila pelajaran tidak dikuasainya maka siap-siaplah akan dianggap radio rusak oleh murid-muridnya. Ini adalah kondisi yang sering saya alami di dalam kelas.

Guru memang harus terus belajar. Tiada hari tanpa belajar. Guru harus lebih giat belajarnya daripada siswa. Karena perubahan zaman yang begitu cepatnya, para siswa juga cenderung sudah lebih pandai menyesuaikan diri dengan zamannya. Sehingga kalau para guru bermalas-malasan maka ia akan ketinggalan oleh siswanya sendiri. Akibat kemajuan teknologi yang pesat, siswa zaman sekarang lebih tanggap dan responsif. Sebisa mungkin guru harus menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan teknologi saat sekarang ini.
BASINDON
BASINDON Blog pelajaran bahasa Indonesia SMP/MTs (materi, soal, dan perangkat pembelajaran), serta Pengetahuan Bahasa dan Sastra Indonesia (umum)

Post a Comment for "Rahasia Menjadi Guru Hebat dengan Penuh Wibawa | Sebuah Percobaan yang Selalu Gagal"