Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penilaian Proyek, Penilaian Unjuk Kerja, Penilaian Hasil Kerja (Produk), dan Penilaian Portofolio, Apa Bedanya?

Pada Kurikulum 2013, setidaknya ada tiga aspek yang harus dinilai secara otentik oleh seorang guru, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap (sosial dan spiritual). Dari tiga aspek tersebut, aspek keterampilanlah yang paling sering menjadi pertanyaan pada forum-forum yang pernah penulis ikuti. Sebab kadangkala para guru sulit membedakan antara jenis penilaian keterampilan yang satu dengan penilaian keterampilan lainnya. Misalnya saja antar penilaian produk dengan proyek. 

Nah, untuk memperkuat wawasan kita tentang penilaian  keterampilan, maka kali ini penulis akan menjabarkan tentang jenis-jenis penilaian keterampilan berikut pengertian dan contohnya masing-masing.

Jenis-Jenis Penilaian Keterampilan

1. Penilaian Proyek

Penilaian proyek merupakan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data.

Contoh: proyek menulis

2. Penilaian Unjuk Kerja

Penilaian unjuk kerja dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu.

Contoh: penilaian kegiatan praktik di laboratorium, praktik sholat, praktik olahraga, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi, dan menulis informasi.

3. Penilaian Hasil Kerja (Produk)

Penilaian hasil kerja (produk), yakni penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas produk.

 Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, karangan (cerita pendek), karya seni (patung, gambar, lukisan), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, dan logam. Tahap penilaian produk adalah persiapan dan pembuatan produk.

4. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio. Penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh siswa.

Contoh: kumpulan hasil pekerjaan siswa dapat berupa: puisi; karangan; gambar/tulisan; peta/denah; desain; paper; laporan observasi; laporan penyelidikan; laporan penelitian; laporan eksperimen; sinopsis naskah pidato/khotbah; naskah drama; naskah puisi, naskah pantun, menulis informasi; kartu ucapan; komposisi musik; dan teks lagu.


(Alamsyah Said, S.Pd., M.Si., dan Andi Budimanjaya, S.Pd., 2015)


BASINDON
BASINDON Blog pelajaran bahasa Indonesia SMP/MTs (materi, soal, dan perangkat pembelajaran), serta Pengetahuan Bahasa dan Sastra Indonesia (umum)

Post a Comment for "Penilaian Proyek, Penilaian Unjuk Kerja, Penilaian Hasil Kerja (Produk), dan Penilaian Portofolio, Apa Bedanya?"