Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penggunaan Bahasa Era Pandemi Copid-19 dan Kontestasi Kekuasan Menurut Pakar Bahasa

Penggunaan Bahasa Era Pandemi Copid-19 dan Kontestasi Kekuasan | Munculnya bahasa-bahasa baru selama pandemi Copid-19 belakangan ini tidak luput dari perhatian para pakar bahasa. Salah satunya adalah Prof. Dr. Mahsun, M.S., yang telah menyampaikaan makalahnya pada sebuah Seminar Nasional Daring yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Nahdlatul Wathan Mataram.


Dalam makalah Guru Besar Bidang Linguistik Forensik Universitas Mataram tersebut, ekspresi verbal yang muncul di era Copid-19 antara lain: wabah, epidemi, pandemi, Corona Virus, COVID-19, novel, PDP, ODP, Suspect Corona, Locdown, social distaning, physical distancing, isolasi, karantina, karantina mandiriscrining, incubasi, rapid test, WFH, #Dirumah aja, imun, ventilator, PSBB, PSBB Transisi, PSBB Proporsional, edukasi, intervensi, pukul grafik, mobil PCR, jangan main drama dll.

Pada kesempatan tersebut Prof. Mahsun, sapaan akrab beliau, juga mengingatkan bahwa masyarakat pemakai bahasa Indonesia harus bersyukur dengan munculnya bahasa-bahasa baru di masa pandemi Copid-19 karena hal tersebut telah menamabah kosa kata bahasa Indonesia. 

Beliau juga menyarankan kepada peserta seminar agar sesekali tatkala sembahyang untuk menyempatkan mendoakan agar istilah-istilah baru makin banyak bermunculan agar kosa kata bahasa Indonesia semakin kaya.

Judul makalah beliau dalam seminar tersebut adalah PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA MASA PENDEMI COVID-19: MENYIBAK PERTARUNGAN KEKUASAAN ANTARTOKOH DI PENTAS NASIONAL, yang secara garis besar membedakan dua jenis penggunaan bahasa dalam kontestasi kekuasan di pentas nasional :
  1. Bahasa dalam kontestasi kekuasaan vertikal, (kontestasi kekuasaan antar Pemda DKI dengan pemerintah pusat),
  2. Bahasa dalam kontestasi kekuasaan horizontal, (kontestasi kekuasaan antar sesama Pemda.
  3. Tokoh unik/kesendirian dalam kontestasi: Gubernur DKI
Secara rinci akan dijelaskan dalam uraian berikut ini.

A. BAHASA DALAM KONTESTASI KEKUASAAN-VERTIKAL
Ekspresi Verbal Pemerintah DKI /Gub. :
  • Jakarta dalam kondisi genting karena Corona
  • Sejak Januari, kami di Jakarta, saya paling tidak dengan tim memonitor terus apa yang terjadi dengan Covid…
  • Dan saya tanya, di mana saja orang yang dari Tiongkok yang ada di Jakarta? Saya perlu datanya…
  • Saya menghimbau kepada semua. Bahwa kalau diduga memiliki potensi Covid-19 itu jangan merasa aib…
  • Jadi keputusan harus cepat dan jangan ragu-ragu. Kalau soal dimarahin orang itu biasa asal jangan dimarahin Tuhan.

Ekspresi Verbal Pemerintah Pusat :
  • Kita semua waspada tinggi melakukan hal-hal yang paling level kewaspadaan paling tinggi, dan peralatan yang dipakai juga peralatan internasional (Menkes)
  • Ya Harvard suruh ke sini. Saya suruh buka pintunya untuk melihat. Tidak ada barang yang ditutupi (Menkes).
  • Informasi penangan corona terpusat di Kemenkes. Diharapkan juga pemerintah daerah jangan terlalu mendramatisir persoalan, terutama pemerintah-pemerintah daerah.
  • Virus Corona tidak bisa masuk Indonesia karena izinnya berbelit-belit (Kelakar Menko Perekonomian).
  • Insya Allah ya Covid-19 tidak masuk ke Indonesia karena seiap hari kita makan nasi kucing, jadi kebal…(Kelakar Menhub)

B. BAHASA DALAM KONTESTASI KEKUASAAN-HORIZONTAL

Ekpresi Verbal Pemerintah DKI /Gub.
  • PSBB TRANSISI
Ekpresi Verbal Pemerintah Jabar, Jateng, Jatim
  1. PSBB PROPORSIONAL (Jabar)
  2. EDUKASI—DIPUKUL KURVANYA--PSBB BUKAN TUJUAN (Jateng)
  3. MAIN DRAMA, MOBIL PCR (Jatim)
  4. Semuanya saya minta siap-siap. Syukur-syukur kalau tidak. Bagaimana agar bisa tidak? Maka harus dilakukan suatu intervensi, tindakan dipukul. Siapa yang dipukul? Kurvanya (Jateng)
  5. Saya minta untuk menyelesaikan Covid ini jangan Cuma pakai data, fakta, atau drama dsb. (Pangdam Brawijaya)

PSBB TRANSISI vs PSBB PROPORSIONAL

PSBB TRANSISI
  • Transisi dari pembata-san sosial secara masif menuju kondisi aman, sehat, produktif
  • Priode  pembiasaan hidup sehat sesuai protokol Covid-19
  • Mulai membuka rumah ibadah, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, pariwisata, hingga perkantoran
  • Wilayah zona merah masih tetap melaksanakan PSBB

PSBB PROPORSIONAL
  • Mulai membuka rumah ibadah, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, pariwisata, hingga perkantoran
  • Wilayah zona merah tetap PSBB
  • Pembiasaan hidup dengan protokol Covid-19

RENUNGAN INTROSPEKTIF KULTURAL BAGI KEMAJUAN BANGSA
  • BUDAYA POLITIK MENIMBUN PASIR BUKAN BATU BATA
  • KESINAMBUNGAN PEMBANGUNAN YANG TIDAK LINEAR, TETAPI SIKLIK (BERPUTAR KEMBALI KE AWAL LAGI:
  • RUU PIP
  • TIDAK RELA BERDIRI DI ATAS PUNDAK KEPEMIMPINAN SEBELUMNYA
  • BUDAYA POLITIK PENGHAMBAT KEMAJUAN BANGSA

BASINDON
BASINDON Blog pelajaran bahasa Indonesia SMP/MTs (materi, soal, dan perangkat pembelajaran), serta Pengetahuan Bahasa dan Sastra Indonesia (umum)

Post a Comment for "Penggunaan Bahasa Era Pandemi Copid-19 dan Kontestasi Kekuasan Menurut Pakar Bahasa"