Contoh Soal Teks Rekaman Percobaan

Berikut ini Contoh Soal Teks Rekaman Percobaan dalam bentuk Soal Pilihan Ganda (PG). Pilihlah jawaban yang tepat! Indikator Soal: Sisw...

Showing posts with label Membaca Sastra. Show all posts
Showing posts with label Membaca Sastra. Show all posts

Latihan Soal UN | Menentukan Makna Tersurat dalam Cerpen dan Fabel

Menentukan Makna Tersurat dalam Cerpen dan Fabel : Menentukan makna tersurat yaitu menetukan makna pada apa yang tertulis di dalam cerpen. Pada soal jenis ini, akan dihadirkan teks cerpen/fabel, kemudian siswa memaknai sebagian kata atau kalimat yang tertulis di dalamnya.

Perhatikan contoh berikut!
1. Bacalah teks berikut!
Maka sempurnalah penderitaan saya di muka bumi ini. Jasad ibuku masih belum kututup. Membujur di depan kamarku dengan kelu. Ia baru saja pergi, setelah berbulan melawan sakit dan derita.

Kutatap terus wajahnya yang pucat tapi pasrah itu. Matanya tidak terlalu rapat mengatup. Seakan-akan masih ada sisa kenangan di sana. Seakan-akan masih ada sesuatu yang dilihatnya. Tapi tidak. Kupikir cukuplah ia hidup dengan penderitaan-penderitaan yang menyekap di hampir seluruh umurnya.

Maksud kalimat "Maka sempurnalah penderitaan saya di muka bumi ini" pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. penderitaan telah mencapai puncak klimaksnya kemudian mendapat pertolongan dari Tuhan (percaya adanya Tuhan)
B. penderitaan di dunia telah berakhir.
C. penderitaanya akan berubah menjadi kebahagiaan.
D. penderitaan di dunia akan dibalas nanti di akhirat.
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Sunday, April 30, 2017

Latihan Soal UN | Mengomentari Unsur Intrinsik Karya Sastra

Contoh Soal Mengomentari Unsur Intrinsik Karya Sastra
Bacalah teks berikut!
Di sebuah kolam yan besar hiduplah seekor kadal. Suatu hari kadal itu berjalan-jalan di pinggir kolam. Kadal sangat ingin mencoba keiatan baru yaitu berpetualang.

Tiba-tiba dalam kolam muncul sebuah kepala yang melenggak-lenggok seperti sedang mencari sesuatu. Kadal mendekati mahluk itu dan dia sedikit kaget ternyata ada seekor ular air. Ular air mengajak sang Kadal untuk berpetualang menyeberangi kolam, tetapi sang Kadal merasa takut.

Komentar yang tepat sesuai isi kutipan teks tersebut adalah ...
A. Ular jangan memengaruhi kadal yang takut.
B. Kadal harus mencoba hal baru dengan belajar.
C. Ular dan kadal jangan mencoba hal yang berbahaya.
D. Ular dan kadal hidup di sungai yang deras.

Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs


Sumber soal: Naskah soal UN SMP/MTs 2016
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Sunday, March 19, 2017

Contoh Soal Menentukan Amanat dalam Kutipan Cerita (Cerpen, Novel, Fabel, dsb)

Contoh Soal Menentukan Amanat dalam Kutipan Cerita : Amanat dalam cerita adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang di dalam cerita. Amanat kadang disampaikan secara tersurat maupun tersirat.  Amanat merupakan bagian dari unsur intrinsik karya sastra. Berikut ini contoh soal menentukan amanat dalam kutipan cerita (cerpen, novel, fabel, dsb).

1. Bacalah kutipan cerita berikut dengan seksama!
Suatu hari, karena begitu laparnya, ia makan semua makanan yang ada di meja, termasuk jatah makanan kedua orang tuanya. Sepulang dari ladang, bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. Marahlah hatinya, karena tidak bisa menguasai diri, keluarlah kata-katanya yang  kasar. "Dasar anak keturunan ikan!" Seketika itu juga, isteri dan anaknya hilang dengan gaib. Ia menyesal atas perbuatannya. Karena ucapannya tersebut, ia telah melanggar janji pada isterinya.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Karena nila setitik akan rusak susu sebelanga.
B. Jangan mudah marah agar tidak menyesal.
C. Selesaikan segala persoalan dengan bermusyawarah.
D. Biasakan hidup sederhana jangan foya-foya.

2. Bacalah kutipan cerita berikut!
"Jangan tanya bagaimana hidup di kota, jangan paksa aku untuk mengisahkannya. Sudahlah! Mending kita bicara yang lain saja,” buru-buru kalimat itu meluncur dari bibirku sebelum Parjo sempat menanyakannya. Bukannya enggan, takutnya kisah kota malah membebaninya. Bagaimana tidak, setengah lima pagi aku harus sudah bangun, mandi dan bergegas pergi ke ujung gang kampung tempat aku mengontrak sebuah rumah sederhana di sana sebelum jam menunjukkan pukup lima. Telat sedikit saja bisa ketinggalan bus jemputan perusahaan tempatku bekerja. Belum lagi, bahaya yang harus kulalui.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Tuturkan kondisi hidup di kota kepada setiap orang yang terdekat.
B. Sampaikan pengalaman hidup di kota dengan bijaksana.
C. Hadapi hidup ini dengan tegar dan bersemangat.
D. Bantu teman lama di desa dengan ikhlas.

3. bacalah kutipan cerita berikut!
“Hai Merak, bulumu begitu bagus, bagaimana bisa kau memiliki bulu sebagus itu?” tanya kancil penasaran.
“Semua itu karena pemberian Yang Mahakuasa, aku hanya mensyukurinya.”
“Ah, bohong kamu pasti tahu cara mendapatkan bulu-bulu indah itu,” kancil tidak percaya kuasa Tuhan. Ia ingin memiliki bulu merak.
Kancil tidak sabar dia menginginkan bulu merak lalu Merak pun menempelkan bulunya di tubuh kancil dengan getah karet.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Hidup harus dinikmati.
B. Hidup tidak boleh puas.
C. Mensyukuri pemberian Tuhan.
D. Jangan menyalahkan orang lain.

4. Bacalah kutipan cerita berikut!
"Maafkan saya, Rinda. Saya memang khilaf waktu itu," kataku pelan. Akhirnya muncul juga kata-kata itu setelah beberapa waktu tak jua ada keberanian untuk mengatakannya. Ya, aku memang harus minta maaf. Aku sadar, sikap dan kata-kataku tempo hari terhadapnya tentu saja telah membuatnya marah dan sakit hati. Dan kali ini aku sudah bersiap untuk menerima perlakuan dan makian paling kasar sekalipun dari mulut Rinda.

Rinda diam sejenak, lalau memandangku tajam. Tetapi tak berapa lama, kulihat ekspresi Rinda seperti tengah menahan tawa.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Hadapilah segala permasalahan dengan senyuman.
B. Memberi maaf tidak harus diucapkan dengan kata-kata.
C. Jangan takut meminta maaf jika melakukan kesalahan.
D. Saling bermaaf-maafan dalam persahabatan

5. Bacala kutipan teks cerita berikut!
Kalau tidak, tentu telah berkurang satu lowongan kerja untuk tukang kebun keliling seperti dia. Dua hari yang lalu itu kukemas pakaian-pakaian bekas anak-anak yang sudah tidak muat lagi mereka kenakan. Aku yang menyisihkan pakaian-pakaian tua milikku, begitu juga milik istriku. Pakaian-pakaian bekas itu kuberikan kepadanya, di samping upah yang dia terima. Kami sebenarnya bukanlah orang yang mampu. Tapi kebiasaan seperti itu telah ditanamkan orang tuaku sejak aku masih kecil.

Amanat yang sesuai dengan kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Kita harus menghormati orang lain!
B. Harus berbagi rezeki dengan orang lain!
C. Haruslah tolong menolong dalam hidup!
D. Jangan berprasangka buruk pada orang lain!

6. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Saat pelajaran dimulai Rio hanya fokus pada ponselnya saja. “Rio, ssst Rio udah berhenti main ponselnya, “Tegur Fikri kepada Rio dengan nada pelan. “Kenapa? Tanggung ini lagi seru mainnya,” Jawab Rio. “Ayo, fokus pada pelajaran,” Tegur Fikri kepada Rio. Ternyata diam-diam Pak Widi memperhatikan mereka yang sedang berbisik-bisik itu. “Fikri dan Rio apa yang kalian bicarakan? Dari tadi kalian hanya berbicara saja.” Tegur Pak Widi kepada mereka berdua. “Nggh ini, Pak si Rio... si Rio ...” jawab Fikri dengan ragu-ragu. “Ada apa dengan Rio Fikri?” potongnya. “Si Rio dari tadi tidak memperhatikan saat Bapak menjelaskan tadi,” jawab Fikri. “Apa benar Rio kamu tidak memperhatikan saat Bapak menejelaskan di papan tulis tadi?” Tanya Pak Widi kepada Rio. “I... iya Pak,” jawab Rio dengan terbata-bata.

Tanpa pikir panjang Pak Widi segera bergegas menuju tempat duduk mereka bedua. “Coba keluarkan ponselmu, tegur Pak Widi kepada Rio dengan nada tinggi. “B... baik ini, Pak,” sahut Rio sambil mengeluarkan ponsel dan memberikan kepada Pak Widi. “Pasti ponsel ini yang membuat kamu tidak memperhatikan Bapak tadi, benar bukan?” tanya Pak Widi. “Iya Pak,” jawabnya dengan lesu dan menahan malu.

“Mulai hari ini Bapak akan memegang sementara ponsel ini kalau kamu ingin ponsel ini kembali, temui Bapak bersama orang tua kamu besok di ruang guru,” kata Pak Widi. Pak Widi pun langsung melanjutkan pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.

Amanat yang tepat untuk kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. Kita harus jujur dalam bersikap!
B. Saat belajar harus konsentrasi!
C. Kita harus berbagi dengan sesama!
D. Meminjam milik orang lain harus permisi!

7. Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Sekembalinya ayahku dari undangan guru mengajiku, aku dibawa pulang. (2) Di rumah lima jari mendarat di pipiku. (3) Ayahku berteriak, kobaran api membakar langit kepalanya, “Masih mau mencuri lagi?”
(4) “Tidak!” Jawabku penuh ketakutan. Air mataku pun berguguran.
(5) “Kalau ternyata mencuri lagi. bagaimana?”
(6) Aku diam. Aku menyerahkan jawabannya kepada ayah.

Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. Jangan mencuri karena tidak baik!
B. Sebaiknya diam jika dinasihati orang tua!
C. Jika dimarahi ayah haruslah menangis!
D. Jangan membuat kesal orang tua!


Kunci Jawaban:
1) B, 2) B, 3) C, 4) C, 5) C, 6) B

Sumber:
Naskah Soal UN SMP/MTs th. 2013
Naskah Soal US MTs th. 2016
Naskah Soal UNKP 2017
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, February 21, 2017

Latihan Soal UN | Menentukan Makna Kata dalam Cerpen dan Fabel

Latihan Soal UN | Menentukan Makna Kata dalam Cerpen dan Fabel

Contoh Soal Menentukan Makna Kata dalam Cerpen dan Fabel

1. Bacalah teks berikut!
Meskipun kedua burung itu bersahabat, mereka memilliki tabiat yang sangat berbeda. Merak selalu kelihatan rapi, sedangkan gagak tampak begitu jorok. Gagak jarang membersihkan tubuh dan makan apa saja. Merak rajin sekali membersihkan tubuh dan hanya makan buah dan sayur segar. Merak selalu menjaga kebersihan sarangnya. Berbeda dengan merak, gagak tak peduli dengan sarangnya yang penuh dengan sampah.

Makna kata yang bercetak miring pada teks di atas adalah ....
A. Tingkah laku
B. Cara makan
C. Cara berjalan
D. Cara berbusana

2. Perhatikan teks berikut!
Di ruangan kedap suara sederhana berukuran 4x4 meter, Yohana Sepriana Puling (16), atau biasa dipanggil Rina, tampil bak penyiar radio profesional. Ia begitu percaya diri menyapa para pendengar radio komunitas 'Suara Kenari' FM 107,7 MHz yang menjangkau radius tujuh kilometer.

Makna kata kedap suara pada teks di atas adalah ...
A. dapat dimasuki suara
B. tidak dapat dimasuki suara
C. suara terdengar besar
D. suara terdengar menggelegar

3. Bacalah teks berikut!
Biasanya saya memulai perjalanan dengan jalan tikus. Saya tidak melewati jalan yang sebenarnya. Walau melewati jalan tikus sungguh melelahkan, tetapi itu yang biasa saya lakukan.

Makna kata yang bercetak miring pada teks di atas adalah ...
A. jalan yang kecil-kecil, jalan setapak
B. jalan raya atau jalan besar
C. jalan persembunyian tikus
D. tempat tikus berjalan



Kunci: A, B, A
Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Friday, January 20, 2017

Latihan Soal UN | Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel

Latihan Soal UN | Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel

Contoh Soal Membandingkan Penggunaan Bahasa Cerpen/Fabel
1. Bacalah kedua kutipan berikut!
Teks I
“Ulah!” semata-mata tahayyul! Jika kita mesti memberi arti kepada segala pertanda yang menjadi kepercayaan orang terdahulu, niscaya kita tak kan dapat bersenang hati, karena sepanjang hari ada sajalah pertanda yang timbul. Lihat, belanga dijilat api, kata orang hendak kedatangan tamu; marilah kita nantikan benar tidaknya. Perkara sanggul terlepas, itu janganlah engkau cemaskan benar. Sebab engkau merindukan suamimu, segala ilmu sudah berubah.

Teks II
“Oh, bukan dalam artian merayu, Pak. Dia bersikap hormat dan kagum. Seakan Arya Kusuma itu juru selamatnya. Tentu saja Arya girang sekali. Kentara sikapnya yang melambung. Tetapi isterinya kelihatan tak begitu tertarik kepada kami. Dia tampaknya bosan. Rupanya mereka berdua tak punya anak.

Perbedaan penggunaan bahasa kedua teks tersebut adalah ...
A. Teks I: memakai bahasa Melayu
     Teks II: memakai bahasa Indonesia
B. Teks I: banyak menggunakan kata penghubung
     Teks II: menggunakan bahasa kiasan
C. Teks I: menggunakan bahasa daerah
     Teks II: menggunakan bahasa Melayu
D. Teks I: bahasa mudah dipahami
     Teks II: bahasa sulit dipahami

2. Bacalah kutipan teks berikut!
Teks I
Yang begini urusan rumah tangga susahnya hidup sekarang ini, semua berlaku bagai acuh tak acuh juga. Kepentingannya hanyalah kesenangan dirinya. Burungnya lebih perlu kepadanya daripada anak-anaknya. Hampir tak pernah ia bertanya, bagaimana sekola Aleh dan Enah.

Teks II
Pada awalnya Mona selalu bersikap dingin pada Evan karena Mona tida pernah menyukai Evan. Namun, akhirnya sedikit demi sedikit Mona mulai menyayangi Evan dan sudah mulai melupakan sahabatnya yang pergi tanpa kabar. Dan dia telah bahagia bersama Evan.

Perbedaan ciri penggunaan bahasa percakapan kedua teks di atas adalah ....
A. Teks I: bahasa lugas,
     Teks II: bahasa klise
B. Teks I: bahasa sehari-hari,
     Teks II: bahasa klise
C. Teks I: klise,
     Teks II: lugas
D. Teks I: bahasa sehari-hari,
     Teks II: bahasa lugas

3. Bacalah kedua kutipan berikut!
Kutipan I:
Aku punya seorang abang: Paiman. Dia lahir pada hari pasaran paing, maka dinamai dia dengan suku depan Pai. Aku tiga tahun lebih muda dinamai: Sanikem. Ayahku bernama Sastro Tomo setelah kawin.

Kutipan II:
Dua tahun sudah terlampau setelah kejadian hal ihwal yang diceritakan di atas. Bagi keluarga Hanafi sudah dipandang keluar dari kaum. Ia sudah menjadi 'Olando'.

Perbedaan penggunaan bahasa pada kedua kutipan novel tersebut adalah ...
A. Kutipan I: menggunakan bahasa melayu
     Kutipan II: menggunakan bahasa pergaulan
B. Kutipan I: menggunakan bahasa sehari-hari
     Kutipan II: menggunakan bahasa resmi
C. Kutipan I: menggunakan bahasa bebas
     Kutipan II: menggunakan bahasa bebas
D. Kutipan I: menggunakan bahasa melayu
     Kutipan II: menggunakan bahasa daerah

Kunci: A, C, D
Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Tuesday, January 17, 2017

Latihan Soal UN | Menyimpulkan Sebab Akibat Konflik

Latihan Soal UN | Menyimpulkan Sebab Akibat Konflik

Contoh Soal Menyimpulkan Sebab Akibat Konflik
1. Bacalah teks cerita berikut!
Berbagai pikiran buruk menghantui kepala yang penat dan tubuh yang lelah. Kemanakah engkau gadis kecil? Mungkinkah anak gedongan itu telah tewas? Parameter pencarian demikian luas. Flo bisa saja tidak menuruni lereng menuju kembali melainkan naik terus ke puncak atau berjalan berputar-putar mengelilingi lereng, tersesat dalam fatamorgana sampai habis tenaganya.

Simpulan akibat dari konflik tersebut adalah ...
A. Pencarian terhadap tokoh belum berhasil ditemukan.
B. Pencarian tokoh dilakukan di lereng dan di lembah.
C. Pencarian terhadap tokoh dihentikan karena lelah.
D. Pencarian terhadap tokoh dihentikan karena tokoh tewas.

2. Bacala kutipan teks cerita berikut!
Kalau tidak, tentu telah berkurang satu lowongan kerja untuk tukang kebun keliling seperti dia. Dua hari yang lalu itu kukemas pakaian-pakaian bekas anak-anak yang sudah tidak muat lagi mereka kenakan. Aku yang menyisihkan pakaian-pakaian tua milikku, begitu juga milik istriku. Pakaian-pakaian bekas itu kuberikan kepadanya, di samping upah yang dia terima. Kami sebenarnya bukanlah orang yang mampu. Tapi kebiasaan seperti itu telah ditanamkan orang tuaku sejak aku masih kecil.

Konflik yang dialami oleh tokoh dalam kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Aku kehilangan pekerjaan.
B. Tukan kebun yang kehilangan pekerjaan.
C. Tukang kebun tidak mendapatkan bantuan.
D. Aku tidak mampu bayar upah tukang kebun.

3. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
(1) Saat pelajaran dimulai Rio hanya fokus pada ponselnya saja. “Rio, ssst Rio udah berhenti main ponselnya, “Tegur Fikri kepada Rio dengan nada pelan. “Kenapa? Tanggung ini lagi seru mainnya,” Jawab Rio. “Ayo, fokus pada pelajaran,” Tegur Fikri kepada Rio. (2) Ternyata diam-diam Pak Widi memperhatikan mereka yang sedang berbisik-bisik itu. “Fikri dan Rio apa yang kalian bicarakan? Dari tadi kalian hanya berbicara saja.” Tegur Pak Widi kepada mereka berdua. “Nggh ini, Pak si Rio... si Rio ...” jawab Fikri dengan ragu-ragu. “Ada apa dengan Rio Fikri?” potongnya. “Si Rio dari tadi tidak memperhatikan saat Bapak menjelaskan tadi,” jawab Fikri. (3) “Apa benar Rio kamu tidak memperhatikan saat Bapak menejelaskan di papan tulis tadi?” Tanya Pak Widi kepada Rio. “I... iya Pak,” jawab Rio dengan terbata-bata.

(4) Tanpa pikir panjang Pak Widi segera bergegas menuju tempat duduk mereka bedua. “Coba keluarkan ponselmu, tegur Pak Widi kepada Rio dengan nada tinggi. (5) “B... baik ini, Pak,” sahut Rio sambil mengeluarkan ponsel dan memberikan kepada Pak Widi. “Pasti ponsel ini yang membuat kamu tidak memperhatikan Bapak tadi, benar bukan?” tanya Pak Widi. “Iya Pak,” jawabnya dengan lesu dan menahan malu.

(6) “Mulai hari ini Bapak akan memegang sementara ponsel ini kalau kamu ingin ponsel ini kembali, temui Bapak bersama orang tua kamu besok di ruang guru,” kata Pak Widi. Pak Widi pun langsung melanjutkan pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.

Konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. Pak Widi mengambil ponsel Rio.
B. Fikri meminjam ponsel milik Rio.
C. Pak Widi mendekati Fikri dan Rio.
D. Fikri menegur Rio saat main HP.

4. Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Sekembalinya ayahku dari undangan guru mengajiku, aku dibawa pulang. (2) Di rumah lima jari mendarat di pipiku. (3) Ayahku berteriak, kobaran api membakar langit kepalanya, “Masih mau mencuri lagi?”
(4) “Tidak!” Jawabku penuh ketakutan. Air mataku pun berguguran.
(5) “Kalau ternyata mencuri lagi. bagaimana?”
(6) Aku diam. Aku menyerahkan jawabannya kepada ayah.

Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. undangan guru mengaji
B. ayah marah-marah
C. tokoh aku mencuri
D. toko aku diam


Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Sumber: Naskah Soal UNKP SMP/MTs 2017

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Sunday, January 15, 2017

Latihan Soal UN | Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Cerpen/Fabel

Isi tersirat dalam cerpen/fabel adalah nilai atau makna yang tersembunyi di dalam teks. Isi tersirat tersebut akan diketahui ketika selesai dibaca. Isi tersirat dalam teks cerpen/fabel seperti nilai moral, nilai sosial, nilai pendidikan, dll.

Contoh Soal Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Cerpen/Fabel
1. Bacalah teks berikut!
Tiba-tiba aku terkenang masa laluku. Masa dua tahun yang lalu. Saat itu aku mempunyai seorang sahabat, seorang bocah sebayaku, yang bernama Adiet. Saat itu kakiku masih mampu tegak berdiri. Masih mampu berlari cepat. Aku belum lumpuh seperti sekarang ini.

Adiet yang baik, ia selalu mengajak aku ke mana pun ia pergi. Misalnya, saat ia piknik bersama ayah, ibu, dan seorang adiknya.

“Besok kami akan ke Cibodas kau mau ikut, San?” Ajak Adiet.

‘Besok?” aku seakan berpikir. Kulirik ibu yang saat itu berada di antara kami. Ibu tersenyum, tetapi hatiku bimbang.

Nilai moral yang terdapat pada teks tesebut adalah ....
A. Seorang sahabat senantiasa setia kawan.
B. Kita tidak pernah melupakan masa lalu.
C. Jangan memaksakan kehendak kepada teman.
D. Seseoang anak meminta izin pada ibu/orang tua.

2. Bacalah teks berikut!
Kira-kira seratus meter kakiku tersandung, lalu jatuh. Beberapa orang yang kebetulan ada di pinggir jalan mula-mula hanya menengokku. Tapi ketika aku tak bisa bangun, mereka datang menolongku. Bagaikan salah seorang dari keluargaku, mereka dudukkan aku.

Nilai moral yang terdapat pada teks tesebut adalah ....
A. menghargai orang lain
B. tolong-menolong
C. teguh pendirian
D. tidak peduli

3. Bacalah teks berikut!
Pagi-pagi Durahim dan kawan-kawannya sudah berkumpul di depan kawasan pengolahan bata. Mereka menunggu pemilik pabrik membuka pintu. Durahim bermain gendang dengan memukuli meja kayu reot di gardu itu. Ujang berjoget seirama gendang sambil menyanyi lagu dangdut. Mereka, para pengolah bata merasa terhibur walau hanya seperti itu.

Nilai sosial pada teks tersebut adalah ...
A. mencari hiburan dengan cara sederhana
B. bernyanyi untuk mencari kepuasan
C. bermain gendang menunjukkan kegemaran
D. menunggu pemilik pabrik sambil bergoyang

4. Bacalah teks berikut!
Pagi ini aku datang lebih awal di sekolah. Kucari Fauzi di kelas, tetapi dia tidak ada. Sampai lima menit sebelum bel masuk, Fauzi belum datang.
Bu Santi sudah datang dan mengabsen kami. Tak lama kemudian Fauzi datang.
“Selamat pagi Bu,” ucap Fauzi saat memasuki ruang. “ Selamat pagi juga, mengapa kamu terlambat lagi?” tanya Bu Santi.
“Saya tertidur Bu,” jawab Fauzi.
“Sudah sana ke tempat dudukmu dan keluarkan tugasmu!” Perintah Bu Santi.
Fauzi ternyata tidak mengerjakan lagi tugas yang diberikan  Bu Santi. Bu Santi akhirnya memberi hukuman pada Fauzi.

Amanat yang terdapat dalam teks cerita tersebut adalah ...
A. Datanglah ke sekolah pagi-pagi sekali.
B. Jangan mau dihukum guru di pagi hari.
C. Ucapkan selamat pagi pada semua guru.
D. Taatilah perintah guru.

5. Bacalah teks berikut!
“Jika aku mendengar engkau berbicara tadi, seakan aku yakin padamu. Dan ada timbul rasa sayangku padamu, “ kata Isye. “Akan tetapi, timbul keraguan lagi padaaku, apakah itu semua tidak permainan kata-kata saja padamu, lagi pula engkau seorang muda, tapi tiba-tiba telah jadi kaya raya begini. Rasanya seakan menjijikkan orang-orang muda ikut tidak tahu apakah meski kulaporkan enkau , yon?”

Suyono terdiam menatap malam di depan kaca mobil. Dalam pikirannya timbul pengakuan “Enkau benar Is, engkau tahu aku, aku sendiri tidak tahu siapa aku dan aku mau apa, aku pun sudah kehilangan pengangan, penuh kegelisahan dan ketakutan.

Amanat yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Hendaklah mengenal diri sendiri!
B. Hendaklah mengenal diri orang lain!
C. Hendaklah memperkaya diri sendiri!
D. Jangan berprasangka buruk pada orang lain!

KUNCI: A, B, A, D, A
Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs

Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Friday, January 13, 2017

Latihan Soal UN | Menunjukkan Bukti Latar dan Watak

Contoh Soal Menunjukkan Bukti Latar dan Watak

Menunjukkan Bukti Watak
1. Bacalah teks berikut!
(1) Hari Minggu besok kita libur, kamu mau pergi ke mana, Ra?” tanya Sari sepulang sekolah. Sara menggerleng, “Gak ke mana-mana, Ri. Mungkin baca buku! Kamu?” Sara balik bertanya.
(2) “Sama, Ra. Aku bantu ibu bikin kue. Kamu kenal tante Arin, kan? Tetangga sebelahku. Tante Arin pesan kue. Banyak lagi ...”
(3) “Ooooo ..., “ mulut Sara membulat.
(4) “Ya sudah, sampai ketemu ya,” Sari melambaikan tangan.
(5) “Minggu pagi kutunggu kamu di rumah, ya,!” teriak sara.
(6) “Yaaa ....” Sari berlari ke rumahnya tanpa menoleh.

Kalimat yang membuktikan Sari rajin membantu ibu adalah ...
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)

2. Bacalah teks berikut!
(1) “Ma, perutku sakit sekali. Sebelah sini, Ma.” Aku menunjuk bagian lambung. (2) Mama tampak lebih khwatir lagi karena takut terjadi apa-apa padaku. Mama lalu mengajakku ke dokter. (3) “Tapi, Ma, hari ini, kan aku ada ulangan bahasa Indonesia jam pertama. (4) “Nanti, ulangan susulan saja. Kalau tidak diobati sekarang, nanti makin parah. (5) Kalau kamu masuk rumah sakit saat ulangan umum minggu depan, bagaimana?” bujuk Mama.

Kalimat yang membuktikan tokoh mama penyanyang adalah nomor ...
A. (4)
B. (3)
C. (2)
D. (1)

3. bacalah teks berikut!
Lalu setelah pelatihan itu, ia bercerita kepadaku bahwa selama melatihkan drama ia baru bisa di rumah setelah jam dua malam, sedangkan pagi ia sudah meninggalkan rumah sekitar jam delapan.

“Seorang pun di antara teman-teman tidak lah ada yang mau berkorban seperti aku,” katanya.

“Aku juga tidak akan mau pulang larut malam seperti itu kalau aku turut dalam drama itu,” katanya.

“Meski pertunjukan drama bisa gagal?” sindirnya.

“Iya, aku tidur peduli dengan itu,” kataku lagi.

Watak tokoh “aku” dalam teks tersebut adalah ....
A. pekerja keras
B. pencemas
C. kejam
D. egois

3. Bacalah teks berikut!
Dian dan Dani sedang terlibat perbincangan yang serius di kantin. “Proposal kegiatan sosial kemarin disimpan siapa ya?” tanya Dani. Dian yang ditanya mengatakan tidak tahu. Mendengar jawaban itu Dani semakin emosi. “Kamu kan sekretaris OSIS. Ini tugasmu,” kata Dani suara keras.

Watak tokoh Dian adalah ...
A. tak acuh
B. peduli
C. tegas
D. sabar

4. bacalah teks berikut!
“Yan, bagaimana menurutmu kalau celengan ayammu tidak usah kamu gunakan untuk membeli playstation?”
“Lalu buat apa, Bu?” tanyaku pelan.
“Ibu mempunyai rencana untuk memperluas kios kita dengan barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya. Kamu mengerti masudku, Yan?”
“Iya, Bu jawabku. Celengan ayam yang kukumpulkan sejak kelas VII itu aku ikhlaskan untuk keperluan ibuku.

Tindakan terpuji tokoh Yan pada teks teks tersebut adalah ...
A. Ibu meminta celengan anakknya.
B. Si “aku” ingin membeli playstation.
C. Si “aku” rela uang celengannya untuk ibu.
D. Anaknya suka menabung di celengan ayam.

5. Bacalah teks berikut!
“Jadi, yang menyandra cucuku itu siapa?” tanya kakek Amelia bingung. “Aku memang tidak pernah disandera siapa-siapa, kek?”
“Tolong lepaskan Mbah Gondrong yang menyelematkan kami!” Pinta Amelia “Iyaa...dan tidak ada genderuwo dalam Hutan Sentana!”
“Mbah Gondrong justru merawat Hutan Sentana,” dukung Kuncung.

Tindakan terpuji yang terdapat dalam teks tersebut adalah ...
A. Mbah Gondrong orang yang baik.
B. Mbah Gondrong merawat Hutan Sentana.
C. Mbah Gondrong genderuwo Hutan Sentana.
D. Mbah Gondrong tidak pernah menyandra siap-siapa.

6. Bacalah teks berikut!
“Kita harus pulang ke Suka Ramai. Ayahmu benar. Kau telah memberikan malu pada keluarga kita. Kau tidak boleh lagi datang ke rumah ini kalau tidak  mau mengubah perangaimu!!”

Masir menangis keras. Kemudian kakek berpesan, “Tidurlah. Besok pagi kau kuantar ke Suka Ramai. Kau harus bersekolah kembali. Bersekolah dengan  teratur. Sadarilah, cucuku ayah dan ibumu sangat susah kalau kau malas. Jangan buta huruf seperti kakek. Kakek menyesal karena lengah belajar di waktu kecil. Kakek ingin kembali seperti anak-anak supaya dapat bersekolah.”

Masir heran kenapa kakek berpesan demikian. Kakek melanjutkan, “Sesal kemudian tidak berguna cucuku. Selagi muda tuntutlah ilmu. Carilah pengetahuan sebanyak-banyaknya!’

Masir terisak-isak. Kakek melanjutkan, “Kakek merasa malu pada gurumu. Gurumu menasihati kakek.

“Kakek salah, selama ini memanjakan kau.” Kakek menghela napas dalam-dalam. Insyaflah, Cucuku! Tidak boleh manja lagi.”

Tindakan terpuji yang terdapat dalam teks tersebut adalah ...
A. Kakek menasihati cucunya.
B. Masir menangis terisak-isak.
C. Masir menyadari kesalahannya.
D. Kakek menyuruh Masir Pulang.

Selain contoh di atas, berikut ini adalah soal yang dikutip dari naskah UNKP SMP/MTs 2017
1. Bacala kutipan teks cerita berikut!
(1) Kalau tidak, tentu telah berkurang satu lowongan kerja untuk tukang kebun keliling seperti dia. (2) Dua hari yang lalu itu kukemas pakaian-pakaian bekas anak-anak yang sudah tidak muat lagi mereka kenakan. (3) Aku yang menyisihkan pakaian-pakaian tua milkku, begitu juga milik istriku. (4) Pakaian-pakaian bekas itu kuberikan kepadanya, di samping upah yang dia terima. (5) Kami sebenarnya bukanlah orang yang mampu. (6) Tapi kebiasaan seperti itu telah ditanamkan orang tuaku sejak aku masih kecil.

Bukti watak tokoh aku pemurah terdapat pada kalimat ...
A. (2)
B. (3)
C. (4)
D. (5)

2. Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
(1) Saat pelajaran dimulai Rio hanya fokus pada ponselnya saja. “Rio, ssst Rio udah berhenti main ponselnya, “Tegur Fikri kepada Rio dengan nada pelan. “Kenapa? Tanggung ini lagi seru mainnya,” Jawab Rio. “Ayo, fokus pada pelajaran,” Tegur Fikri kepada Rio. (2) Ternyata diam-diam Pak Widi memperhatikan mereka yang sedang berbisik-bisik itu. “Fikri dan Rio apa yang kalian bicarakan? Dari tadi kalian hanya berbicara saja.” Tegur Pak Widi kepada mereka berdua. “Nggh ini, Pak si Rio... si Rio ...” jawab Fikri dengan ragu-ragu. “Ada apa dengan Rio Fikri?” potongnya. “Si Rio dari tadi tidak memperhatikan saat Bapak menjelaskan tadi,” jawab Fikri. (3) “Apa benar Rio kamu tidak memperhatikan saat Bapak menejelaskan di papan tulis tadi?” Tanya Pak Widi kepada Rio. “I... iya Pak,” jawab Rio dengan terbata-bata.
(4) Tanpa pikir panjang Pak Widi segera bergegas menuju tempat duduk mereka bedua. “Coba keluarkan ponselmu, tegur Pak Widi kepada Rio dengan nada tinggi. (5) “B... baik ini, Pak,” sahut Rio sambil mengeluarkan ponsel dan memberikan kepada Pak Widi. “Pasti ponsel ini yang membuat kamu tidak memperhatikan Bapak tadi, benar bukan?” tanya Pak Widi. “Iya Pak,” jawabnya dengan lesu dan menahan malu.
(6) “Mulai hari ini Bapak akan memegang sementara ponsel ini kalau kamu ingin ponsel ini kembali, temui Bapak bersama orang tua kamu besok di ruang guru,” kata Pak Widi. Pak Widi pun langsung melanjutkan pelajaran hingga bel istirahat berbunyi.

Bukti watak toko Pak Widi tegas terdapat pada bagian ...
A. (2)
B. (3)
C. (4)
D. (6)

3. Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Sekembalinya ayahku dari undangan guru mengajiku, aku dibawa pulang. (2) Di rumah lima jari mendarat di pipiku. (3) Ayahku berteriak, kobaran api membakar langit kepalanya, “Masih mau mencuri lagi?”
(4) “Tidak!” Jawabku penuh ketakutan. Air mataku pun berguguran.
(5) “Kalau ternyata mencuri lagi. bagaimana?”
(6) Aku diam. Aku menyerahkan jawabannya kepada ayah.

Bukti watak tokoh ayah kasar pada cuplikan cerpen tersebut adalah ditandai dengan nomor ...
A. (1)
B. (2)
C. (4)
D. (5)


Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Wednesday, January 11, 2017

Latihan Soal UN | Menyimpulkan Makna Simbol dalam Cerpen dan Fabel

Latihan Soal UN | Menyimpulkan Makna Simbol dalam Cerpen dan Fabel

Contoh Menyimpulkan Makna Simbol dalam Cerpen dan Fabel
1. Bacalah teks berikut!
Seekor kupu-kupu terbang dan hinggap di bunga yang satu ke bunga yang lain. Sayapnya warna-warni. Setiap orang yang melihatnya mengaguminya dan membiarkannya hinggap di
kepalanya.

Warna-warni pada teks tersebut simbol dari ...
A. ketakutan
B. kegalauan
C. keramaian
D. keindahan
2. Bacalah teks berikut!
Sekumpulan semut hitam terus merayap di dahan dan terus berjalan cepat ke ujung ranting. Didapatinya sepucuk daun dan dibawanya beramai-ramai ke dalam sarangnya. Daun yang lebar dan berat dapat dengan mudah diangkat beramai-ramai.

Daun pada teks tersebut simbol dari ...
A. doa
B. nasihat
C. rezeki
D. pekerjaan

3. Bacalah teks berikut!
Api Abadi Mrapen dimanfaatkan sebagai sumber obor berbagai kegiatan. Pekan Olahraga
Nasional juga sering memanfaatkan Api Mrapen sebagai obor yang dibawa secara estfet
oleh para atlet dari kota satu ke kota lain. Dengan obor ini para atlet bersemangat untuk
mengikuti berbagai kegiatan olahraga.

Makna simbol obor pada teks tersebut adalah ...
A. gembira
B. persatuan
C. semangat
D. rajin

Lihat selengkapnya: Latihan Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs


Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Friday, January 06, 2017

Latihan Soal UN | Membandingkan Pola Pengembangan Cerpen dan Fabel

Latihan Soal UN | Membandingkan Pola Pengembangan Cerpen 

Contoh Soal Membandingkan Pola Pengembangan Cerpen 

1. Bacalah kedua teks berikut!
Teks 1
Ini akhir dari sebuah perjuangan. Kini Birgita hidup tenteram bersama suaminya, Emilio Chris Pamungkas, walaupun hanya sebagai pedagang asongan di lampu merah TMII.

“Bang, kita harus cepat kasih tau ibu. Ini masalahnya sudah serius,” kata Birgita suatu hari. Emilio Chris Pamungkas diam sejenak, matanya menerawang ke luar jendela. “Baik, kita akan minta bantuan ibu lagi, walaupun sebenarnya saya sudah malu, minta bantuan ibu terus,” kata Emilio dengan suara nyaris tidak terdengar.

Emilio dan Birgita memutuskan untuk menikah. Emilio anak tunggal, begitu pun Birgita. Kedua orang tua mereka sebenarnya tidak setuju. Namun karena keteguhannya, kedua orang tua mereka mengalah.

Teks II
Braaaakkkk!! Polin menggebrak meja. Matanya keluar semua,  bahkan yang hitamnya semakin masuk ke atas. Dia nampak seperti orang kesurupan. Giginya mengatup mengeluarkan suara gemeretuk. Dia marah sama Fajar yang telah dianggapnya lalai.

Polin dan Fajar adalah berteman sejak di bangku SD. Pertemanan mereka berlanjut ke SMP bahkan mereka satu kelas. Mereka saling memahami sifat satu sama lainnuya.

Fajar meminta maaf  kepad Polin. Dia mengakui kecerobohannya. Polin menerima uluran tangan dari Fajar. Polin berpesan supaya lebih hati-hati lagi. mereka damai kembali dan untuk merayakannya, mereka makan bersama.

Perbedaan pola pengembangan kedua teks tersebut adalah ...
A. Teks I dimulai dengan garis besar cerita, teks II dimulai dengan aksi.
B. Teks I dimulai dengan uraian tokoh, teks II dimulai dengan lokasi.
C. Teks I dimulai dengan lokasi, teks II dimulai dengan uraian tokoh.
D. Teks I dimulai dengan aksi, teks II dimulai dengan garis besar cerita.

2. Bacalah kedua teks berikut!
Teks I
“Chendy, Chendy, Chendy, bangun, Nak!” teriak Ibu Sulyem dari luar kamar. Ketika tidak ada jawaban Ibu Sulyem  masuk dan menggoyangkan badan Chendy. Ibu Sulyem terkejut. “Hah! Badanmu panas sekali. Cepat bangun, kita langsung ke dokter saja.” Seisi rumah menjadi heboh. Ayah, Mahendra, Kakak Chendy, dan Dicki supir keluarga Chendy ikut panik.

Teks II
Gunung Marbela sudah lama tidak menunjukkan aktivitasnya. Gunung ini dijadikan objek wisata oleh masyarakat sekitarnya. Selain pemandangannya indah di Gunung Marbel juga tumbuh bunga langka yang hanya tumbuh di Gunung Marbel. Tidak mengherankan bila liburan, banyak wisatawan berkunjung ke sana.

Perbedaan pola pengembangan kedua teks tersebut adalah ...
A. Teks I dimulai dengan lokasi, teks II dimulai dengan aksi.
B. Teks I dimulai dengan aksi, teks II dimulai dengan lokasi.
C. Teks I dimulai dengan garis besar masalah, teks II dimulai dengan aksi.
D. Teks I dimulai dengan lokasi, teks II dimulai dengan garis besar masalah.

3. bacalah kedua teks berikut!
Teks I
Rasanya sudah lama benar aku tertidur. Punggungku pegal-pegal karena lama terbaring. Aku terbangun mendengar kicau burung di pohon. Rasanya baru kali itulah aku sadar bahwa suara burung amat merdu. Akan tetapi, tak lama-lama aku berbaring mendengarkan bunyi yang mengagumkan hatiku itu. Dengan cepat aku berdiri dan meninggalkan rumah yang sekian lama menjadi tempat aku disekap.

Teks II
“Krriing...!” Telepon di rumah Aris berdering. Ibu mengangkatnya dan berkata, “Halooo...oh, mau berbicara dengan Aris? Sebentar ya. Dari mana?” Kemudian ibu masuk ke kamar Aris. Aris sedang belajar di meja belajar. “Telepon dari Rudi, Ris” kata ibu. Aris menoleh wajahnya dengan kurang senang.

Perbedaan pola pengembangan kedua teks tersebut adalah ...
A. Teks I menggambarkan aksi, teks II mengawali dengan problema tokoh.
B. Teks I menggambarkan garis besar masalah, teks II menyajikan lokasi cerita
C. Teks I mengawali dengan problema tokoh, teks II mengawalinya dengan garis besar masalah.
D. Teks I menyajikan permasalahan, teks II menggambarkan aksi.


Kunci Jawaban: A, B, D
Basindon
Bahasa Indonesia BlogUpdated at: Thursday, January 05, 2017